Nyadran merupakan tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Jawa secara turun temurun menjelang bulan Ramadan.
Tradisi ini merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kata "Nyadran" berasal dari kata "Sraddha" yang berarti keyakinan. Dalam kalender Jawa bulan Ramadan disebut juga sebagai bulan Ruwah, sehingga acara Nyadran disebut juga sebagai acara Ruwah.
(14 Februari 2025) Nyadran Dusun Tambaksari biasanya diadakan pada hari Jum’at pahing dalam bulan Ruwah. Tujuan acara Nyadran adalah untuk menghormati para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nyadran menjadi acara yang penting bagi masyarakat Dusun Tambaksari Desa Campursari dan hampir tidak pernah terlewat. Acara Nyadran terdiri dari serangkaian kegiatan, yaitu upacara pembersihan makam, Tahlilan masal dan acara selamatan atau wilujengan.
Suasana kian meriah dengan adanya pentas kesenian, tarian tradisional dengan Tema “CANDHRA RUMAT LINGGA”. Tak lupa, Merti Dusun Tambaksari menjadi ajang silaturahmi dan keceriaan bagi seluruh warga. Merti Dusun di Tambaksari bukan sekadar ritual perayaan. Tradisi ini memiliki makna mendalam, yaitu:
? Ucapan Syukur : Masyarakat bersyukur atas limpahan rezeki, panen yang melimpah, dan kesehatan yang terjaga.
? Pelestarian Budaya : Merti Dusun menjadi wadah untuk melestarikan tradisi leluhur, memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi penerus.
? Memperkuat Kebersamaan : Gotong royong, keceriaan bersama mempererat hubungan antar warga, menumbuhkan rasa persatuan dan kekeluargaan.
#nyadran
#sadrananruwah
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook